Dalam rangka penguatan pembelajaran yang bermutu maka perlu adanya sarana dan prasana, penataan manajemen sekolah, program pendidikan karakter, program sekolah sehat dan bersih, program optimalisasi kinerja perpustakaan, kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai program lainnya.
budaya adalah nilai dan keyakinan dalam suatu masyarakat, baik yang berdaya preservatif maupun progresif, yang digunakan sebagai sumber penggalangan konformisme perilaku bagi masyarakat pendukungnya. Sedangkan Mutu mengandung makna derajat/tingkat keunggulan suatu kinerja atau upaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak, sedangkan mutu sekolah dimaknai sebagai layanan prima yang diberikan sekolah kepada peserta didik sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Pada tingkat sekolah, mutu mencakup input (segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya proses belajar-mengajar), proses (berubahnya peserta didik dari belum terdidik menjadi terdidik) dan output (prestasi belajar). Budaya mutu adalah nilai dan keyakinan mutu dalam suatu masyarakat yang digunakan sebagai sumber penggalangan konformisme perilaku yang bermutu tinggi bagi masyarakat pendukungnya
Inti dari Budaya Mutu adalah memberikan layanan prima yang merefleksikannya. Budaya mutu merupakan pelaksanaan dari aturan dan tata tertib yang disepakati oleh warga sekolah , dihayati dan dilakukan terus menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan baik yang melembaga muaranya adalah terbentuknya karakter peserta didik lebih luasnya tercermina pada tujuan pendidikan Nasional yaitu meningkatkan mutu manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, trampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif, serta sehat jasmani dan rohani (UU Sisdiknas, 2003). Budaya Mutu mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tersebut.
Program rancangan budaya mutu sekolah
Program Makro (Renstra) Rencana kerja jangka menengah
Dalam satuan pendidikan, maka hal yang berkaitan dengan itu, harus memerlukan Visi, Misi, Program yang jelas dan Strategis untuk dapat mencapai fungsi dan tujuan yang diembannya, dan dalam melaksanakan fungsi dan tujuan harus berpedoman kepada Peraturan yang berlaku serta komponen Perencanaan Strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam sistem akuntabilitas kinerja satuan pendidikan. Perencanaan Strategis merupakan langkah awal untuk mengukur kinerja yang mengintegrasikan segenap potensi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang diharapkan mampu menjawab perkembangan lingkungan Strategis, nasional, dan global dalam tatanan sistem manajemen nasional.
Program Mikro
Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan yang dimaksud pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Itulah sebabnya dalam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dalam kaitan ini hal-hal yang tidak bisa dilupakan untuk mencapai tujuan adalah bagaimana cara menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal.
Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media, pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Pendekatan Pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Teknik Pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu.
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Dampaknya Dalam Satuan Pendidikan
Budaya mutu yang telah berhasil dibangun merupakan wujud usaha sekolah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya wali murid dan peserta didik. Dengan adanya budaya mutu yang telah dibangun warga sekolah guru, karyawan dan kepala sekolah senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memberikan pelayanan yang baik dalam dunia pendidikan. Segala tindakan yang dilakukan senantiasa bermaksud untuk kemajuan mutu yang ada. Budaya mutu berdampak pada sikap dan perilaku, guru terdorong untuk selalu bersikap dan berperilaku yang baik dan bertujuan untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.
budaya adalah nilai dan keyakinan dalam suatu masyarakat, baik yang berdaya preservatif maupun progresif, yang digunakan sebagai sumber penggalangan konformisme perilaku bagi masyarakat pendukungnya. Sedangkan Mutu mengandung makna derajat/tingkat keunggulan suatu kinerja atau upaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak, sedangkan mutu sekolah dimaknai sebagai layanan prima yang diberikan sekolah kepada peserta didik sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Pada tingkat sekolah, mutu mencakup input (segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya proses belajar-mengajar), proses (berubahnya peserta didik dari belum terdidik menjadi terdidik) dan output (prestasi belajar). Budaya mutu adalah nilai dan keyakinan mutu dalam suatu masyarakat yang digunakan sebagai sumber penggalangan konformisme perilaku yang bermutu tinggi bagi masyarakat pendukungnya
Inti dari Budaya Mutu adalah memberikan layanan prima yang merefleksikannya. Budaya mutu merupakan pelaksanaan dari aturan dan tata tertib yang disepakati oleh warga sekolah , dihayati dan dilakukan terus menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan baik yang melembaga muaranya adalah terbentuknya karakter peserta didik lebih luasnya tercermina pada tujuan pendidikan Nasional yaitu meningkatkan mutu manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, trampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif, serta sehat jasmani dan rohani (UU Sisdiknas, 2003). Budaya Mutu mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tersebut.
Program rancangan budaya mutu sekolah
Program Makro (Renstra) Rencana kerja jangka menengah
Dalam satuan pendidikan, maka hal yang berkaitan dengan itu, harus memerlukan Visi, Misi, Program yang jelas dan Strategis untuk dapat mencapai fungsi dan tujuan yang diembannya, dan dalam melaksanakan fungsi dan tujuan harus berpedoman kepada Peraturan yang berlaku serta komponen Perencanaan Strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam sistem akuntabilitas kinerja satuan pendidikan. Perencanaan Strategis merupakan langkah awal untuk mengukur kinerja yang mengintegrasikan segenap potensi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang diharapkan mampu menjawab perkembangan lingkungan Strategis, nasional, dan global dalam tatanan sistem manajemen nasional.
Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan yang dimaksud pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Itulah sebabnya dalam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dalam kaitan ini hal-hal yang tidak bisa dilupakan untuk mencapai tujuan adalah bagaimana cara menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal.
Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media, pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Pendekatan Pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu.
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Dampaknya Dalam Satuan Pendidikan
Budaya mutu yang telah berhasil dibangun merupakan wujud usaha sekolah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya wali murid dan peserta didik. Dengan adanya budaya mutu yang telah dibangun warga sekolah guru, karyawan dan kepala sekolah senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memberikan pelayanan yang baik dalam dunia pendidikan. Segala tindakan yang dilakukan senantiasa bermaksud untuk kemajuan mutu yang ada. Budaya mutu berdampak pada sikap dan perilaku, guru terdorong untuk selalu bersikap dan berperilaku yang baik dan bertujuan untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.
Dengan adanya budaya mutu juga seluruh warga sekolah selalu berusaha untuk berkerjasama satu sama lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dan pelayanan sekolah. Budaya mutu yang telah berhasil terbentuk di sekolah menghantarkan sekolah mewujudkan mutu pendidikan yang baik. Budaya mutu menciptakan sebuah situasi atau kondisi yang membiasakan sekolah untuk terus meningkatkan kualitas atau mutu sekolah melalui infrastruktur yang ada, proses pembelajaran yang dijalankan, serta kemampuan stakeholder atau sumber daya manusia yang dimiliki para guru dalam pelaksanaan pendidikan.
Budaya mutu yang dibentuk juga menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna dan tersampaikan dengan baik kepada peserta didik. Sehingga hasil dari proses pembelajaran yang dilaksanakan juga baik.
#Admin Inovasi Sekolah#
bahan literasi (Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 8(2), 2023, 55-64)
